Rabu, 30 April 2014

Hukum Merayakan Ulang Tahun

Salam Smart untuk remaja Smart With islam kali ini kita akan membahas mengenai “Merayakan Ulang Tahun” berhubung adminnya 2 mei nanti bertambah uzur. (salah:maksudnya Umur).Wah langsung aja deh kalau begitu!Ternyata Oh Ternyata Merayakan ULTAH itu adalah budaya kaum nasrani. Terdapat dalam (Markus 6:21):“Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. “(Sobat juga bisa membaca buku:Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298) Yaitu :Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup.Sudah sangat jelas bahwa Merayakan ULTAH dengan tradisinya meniup lilin, make a wish, dan memotong kue merupakan budaya kaum kafir. Maka sudah seharusnya kita sebagai remaja smart with islam tidak melakukan syariat atau budaya kaum nasrani tersebut. Sebagaimana allah SWT berfirman:“Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang di turunkan allah…”(Q.S Al-Maidah : 49)Dan sabda rasulullah SAW:“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar).Dan Allah SWT berfirman: “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu danjanganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapatmenolak darimu sedikitpun dari siksaan Alloh. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolongbagi sebagian yang lain dan Alloh adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Jatsiyah: 18-19)
Lalu bagaimana dengan mentraktir teman saat kita berulang tahun?Berdasar sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits yang sahih: “Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam perkara kami ini padahal bukan bagian darinya maka amalan/perbuatan yang diada-adakan itu tertolak.” [HR. Bukhari-Muslim] Jadi jika kita mentraktir teman dengan niat untuk merayakan ULTAH maka traktiran kita tertolak/tidak bernilai pahala disisi Allah SWT. Dan malah menghasilkan dosa karna perbuatan kita yang berujung kepada Bid’ah atau mengada-adakan sesuatu yang tidak disyariatkan.Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049) Dan juga dalam Islam  hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,  “Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah apabila kita merayakan ULTAH, ied manakah yang kita rayakan? , yang jelas ied orang-orang selain islam.Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda, “Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban] Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut.Jadi mau ustadz kek,Mau ulama kek,Mau kakek-kakek kek,Tetap saja merayakan ultah tidak disyariatkan dalam islam dan bukankah sebaiknya bila dalam setiap detik bertambahnya umur kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalankan sepenuhnya syariat agama kita. Bukan agama atau budaya lain. Oke FIX. Remaja SMART! Remaja SMART WITH ISLAM.

0 komentar: