Salam Smart
untuk remaja Smart With islam kali ini kita akan membahas mengenai “Merayakan
Ulang Tahun” berhubung adminnya 2 mei nanti bertambah uzur. (salah:maksudnya
Umur).Wah langsung
aja deh kalau begitu!Ternyata Oh
Ternyata Merayakan ULTAH itu adalah budaya kaum nasrani. Terdapat dalam (Markus
6:21):“Akhirnya
tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan
perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang
terkemuka di Galilea. “(Sobat juga
bisa membaca buku:Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal.
298) Yaitu :Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah
orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang
yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue
besar dipotong dan lilinpun ditiup.Sudah sangat
jelas bahwa Merayakan ULTAH dengan tradisinya meniup lilin, make a wish, dan
memotong kue merupakan budaya kaum kafir. Maka sudah seharusnya kita sebagai
remaja smart with islam tidak melakukan syariat atau budaya kaum nasrani
tersebut. Sebagaimana allah SWT berfirman:“Dan
hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang di
turunkan allah…”(Q.S Al-Maidah : 49)Dan sabda
rasulullah SAW:“Barang
siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”( HR. Ahmad
dan Abu Daud dari Ibnu Umar).Dan Allah
SWT berfirman: “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas
suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu danjanganlah
kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka
sekali-kali tidak akan dapatmenolak
darimu sedikitpun dari siksaan Alloh. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu
sebagian mereka menjadi penolongbagi sebagian yang lain dan
Alloh adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Jatsiyah:
18-19)
Lalu bagaimana dengan mentraktir teman saat kita berulang
tahun?Berdasar sabda Nabi
shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits yang sahih: “Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam
perkara kami ini padahal bukan bagian darinya maka amalan/perbuatan yang
diada-adakan itu tertolak.” [HR. Bukhari-Muslim] Jadi
jika kita mentraktir teman dengan niat untuk merayakan ULTAH maka traktiran
kita tertolak/tidak bernilai pahala disisi Allah SWT. Dan malah menghasilkan dosa
karna perbuatan kita yang berujung kepada Bid’ah atau mengada-adakan sesuatu
yang tidak disyariatkan.Sebagaimana
sabda Rasulullah SAW:“Aku
akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa
orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka
dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini
adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui
bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049) Dan
juga dalam Islam hari yang dirayakan
secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat
merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum
memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul
Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]Kemudian,
Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja,
yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah apabila kita merayakan
ULTAH, ied manakah yang kita rayakan? , yang jelas ied orang-orang selain
islam.Padahal
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda, “Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah
adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban] Maka
orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan
bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang
berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal
mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati,
tentu ia akan menjauhi hal tersebut.Jadi
mau ustadz kek,Mau
ulama kek,Mau
kakek-kakek kek,Tetap
saja merayakan ultah tidak disyariatkan dalam islam dan bukankah sebaiknya bila
dalam setiap detik bertambahnya umur kita untuk mendekatkan diri kepada Allah
SWT dan menjalankan sepenuhnya syariat agama kita. Bukan agama atau budaya
lain. Oke FIX. Remaja SMART! Remaja SMART WITH ISLAM.






0 komentar:
Posting Komentar